Subscribe

Bahaya Fluoride

Diposkan oleh Ismafarsi_Indonesia on 31 August 2009

Fluoride merupakan unsur dari jenis halogen, seperti iodida dan klorida. Umumnya ditambahkan pada persediaan air sebagai hydrofluosilicic asam, silicofluoride atau fluoride sodium. Fluoride juga diketahui sebagai zat additive di pasta gigi dan penyegar mulut sebagai ramuan pencegahan kerusakan gigi.


Fluoride digunakan untuk melawan kerusakan gigi pada anak-anak. Kajian awalnya bertujuan untuk menunjukkan keefektifan flouride sebagai anti-gigi berlubang yang dilakukan pada tahun 1940an. Kajian itu diselenggarakan di Grand Rapids, MI pada tahun 1945, di Newburgh, NY di tahun 1945, di Brantford, Ontario di tahun 1945, dan di Evanston, IL di tahun 1947, sekarang kembali menjadi pertanyaan. Menurut Dr. Philip Sutton, pengarang buku berjudul " Penipuan terbesar : hal pemberian flouride" *buku faktual, Lorne, Australia, 1996 ). Kajian ini benar-benar berkwalitas ilmiah yang meragukan.


Flouride, yang selama ini dianggap baik untuk gigi dan terdapat di dalam setiap pasta gigi, ternyata melalui berbagai penelitian terbukti menunjukkan fakta yang berlawanan. Sudah lama para ahli memperingatkan bahaya penggunaan Flouride yang berlebihan. Robert Carlton, Ph.D., mantan ilmuwan EPA AS di 'Marketplace' Perusahaan Broadcast Canada, pada 24 November 1992 menyebut Flouridasi sebagai kasus penipuan ilmiah terbesar di abad ini. Ia pun menunjukkan bukti-bukti bahaya dari fluoride ini.

Prof. Albert Schatz Ph.D. (Ahli Mikrobiologi) Penemu Streptomycin dan Pemenang Nobel:'Fluoridasi adalah PENIPUAN TERJAHAT untuk mengeruk keuntungan yg pernah dilakukan dan itu menelan korban lebih banyak dari pada bentuk penipuan lainnya.'


Membahayakan Kesehatan


Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa flouride sangat esensial untuk memproduksi bom uranium dan plutonium dalam membuat senjata nuklir selama perang dingin. Ia adalah salah satu zat kimia yang dikenal paling beracun, yang muncul dari program bom atom Amerika Serikat. Isi dari tube pasta gigi yang mengandung flouride ukuran keluarga cukup untuk membunuh anak seberat 12 Kilogram.

Efek biologis Fluoride(dlm buku Flouride the Aging Factor-Dr.John Yiamouyiannis):

  • Gigi Fluorosis (keropos) merupakan tanda pertama kontaminasi fluoride.

  • Kerusakan gigi (pada stadium lanjut-gigi bergaris-garis gelap terlihat seperti lubang) dan gigi tanggal.

  • Penelitian di Cina, pemberian fluoride dg dosis rendah pun telah menyebabkan berkurangnya kecerdasan pada anak-anak.

  • Penuaan Dini

  • Aborsi Spontan

  • Tulang yang rapuh

  • Kanker, fluoride ternyata bersifat Carcinogenic (Penyebab Kanker).

Departemen Kesehatan New Jersey mengkonfirmasi bahwa terjadi peningkatan 6.9% kasus tulang melengkung akibat kanker tulang pada remaja dalam komunitas yang menggunakan fluoride, dan peningkatan 5% pada SEMUA JENIS KANKER dalam komunitas yg menggunakan fluoride. Dean Burk, Kepala Bagian Kimia Institut Kanker Nasional mengakui dalam dengar pendapat dengan kongres, bahwa sedikitnya 40.000 kematian karena kanker di tahun 1981 berkaitan dengan fluoride ini. Burk menyatakan bahwa fluoride berpotensi menyebabkan kanker dan merupakan penyebab tercepat kanker dari pada zat kimia lainnya.


Selain itu,ditemukan efek samping lain yakni:
- Tidak berfungsinya kelenjar Thyroid yang diidentifikasi sbg hypothyroidism.
- Kerusakan pada sistem berpikir.
- Kebutaan (penelitian Moolenburgh mengenai air yg ditambah 1ppm Fluoride)
- Penyakit Alzheimer


Jurnal Wall Street 28 okt 1992 tentang penelitian Varnier JA., 'tikus percobaan yg mengkonsumsi fluoride dengan dosis tinggi berkembang dengan tahap yg tidak beraturan memiliki karakteristik seperti hewan yg telah pikun. Pengujian otak tikus-tikus pasca percobaan mengungkap adanya substansi sel otak hewan coba yang menghilang dalam percobaan ini.
- Kemandulan.

Ilmuwan Administrasi Makanan dan Obat (FDA) melaporkan korelasi yg erat antara menurunnya tingkat kesuburan perempuan kelompok usia 10-49 tahun dengan meningkatnya penggunaan fluoride.
- Kerusakan Otak.

Fluoride menurunkan kapasitas kecerdasan manusia, terutama Anak-anak. Tingkat kecerdasan anak-anak yg menggunakan fluoride secara significan lebih rendah dari anak-anak yg tidak diberikan fluoride. (Li, X.S., Zhi, J.L., Gao, R. O., 'Efek pemberian Fluoride terhadap tingkat kecerdasan anak-anak,' Fluoride; 28:182-189, 1995). Percobaan Dr. Phyllis Mullinex terhadap tikus menunjukkan efek keracunan syaraf yg bervariasi pada setiap tahap kedewasaan, baik hewan dewasa, hewan yang masih muda, atau melalui placenta ketika bayi masih di dalam perut. Sampel yg mendapatkan fluoride sebelum lahir akan terlahir sebagai tikus hiperaktif dan akan tetap seperti itu sepanjang hidupnya.Tikus-tikus yang diberi fluoride ketika berusia muda menunjukkan aktivitas yang depresif. Tahun 1998 Guan et al. memberi dosis yg sama dengan yg digunakkan Mullenix dan menemukan pada percobaannya bahwa beberapa zat kimia kunci dalam otak, zat yang membentuk selaput sel otak, pada tikus yg diberi Fluoride tidak terlihat/kosong.

- Keretakkan pada tulang pinggul.

Air minum yg mengandung Fluoride akan menyebabkan keretakan tulang pinggul 2 kali lipat (100%) dari jumlah keretakkan tulang alami, baik pada laki-laki maupun perempuan. Bahkan tingkat yg sangat kecil dari Fluoride sejumlah 0.1 ppm pun tetap saja menunjukkan kenaikan angka statistik keretakkan tulang pinggul yg signifikan (Bordeaux Penelitian JAMA 1994)

- Osteoporosis (keropos tulang), kerangka tulang tidakberaturan, dan Arthritis (Asam Urat).

Para ilmuwan EPA Washington mengumumkan bahwa meningkatnya jumlah orang yg memiliki gejala 'carpal-tunnel' dan sakit asam urat diakibatkan oleh proses fluoridasi dalam air minum. Dan di India Tengah, pencemaran fluoride pada air akibat sebuah penggalian yg tidak melalui pengujian, menyebabkan penderitaan asam urat yang serius pada jutaan orang,yang merupakan bencana nasional (Manchester Guardian 9 July 1998). Pelayanan Kesehatan Masyarakat AS telah menyatakan bahwa fluoride membuat tulang lebih rapuh dan email gigi dengan lebih mudah menyerapnya.
- Penggunaan Fluoride selama masa kehamilan hingga setahun meningkatkan 1% ketidakmampuan belajar pada anak-anak. (Penelitian Universitas Florida Selatan)
- Flouride memiliki pengaruh negatif pada sistem syaraf dan sistem kekebalan tubuh, dan pada anak-anak dapat mengarah pada kelelahan kronis, IQ yg rendah, tidak mampu belajar, kelesuan dan depresi (Situs bruha.com/fluoride/)
- Dr. Phyllis Mullenix dari Institut Penelitian Forsyth Universitas Harvard (Institut penelitian gigi) menerbitkan sebuah penelitian yg menunjukkan bhw fluoride lebih efektif dari pada timah dalm menurunkan tingkat IQ anak (situs naturalrearing.com)
- Penelitian kanker oleh Program Toxicology Nasional melaporkan sampel yg diberi fluoride menderita tumor thyroid, tumor rongga mulut, dan tumor hati yang sebenarnya jarang terjadi.

- Penelitian baru-baru ini di Jurnal Penelitian Otak mendapati 1 ppm fluoride dalam air akan meningkatkan kandungan alumunium dalam otak tikus percobaan dan memproduksi sejenis zat yg merusak otak (amyloid
deposits) berhubungan dengan penyakit Alzheimers dan jenis-jenis lain dari kegilaan.
- Penelitian selanjutnya terhadap binatang percobaan mendapati fluoride dapat menghambat kelenjar pineal yg memproduksi melatonin, hormon yg membantu mengatur berbagai perubahan pada masa pubertas. Dalam penelitian ini, hewan yg diberi fluoride berkurang tingkat metabolisme melatoninnya dlm air seni mereka, dan lebih awal mengalami perubahan-perubahan masa pubertas. ( mercola.com/2002/jan/30/flouridation_facts.htm)

- Tumor tulang ditemukan pada hewan percobaan sebagai reaksi langsung pemberian fluoride (Program Nasional Pemerintah Federal AS-bagian DEPKES dan Pelayanan Masyarakat th 1990)

Anak-anak Terancam
Pada 1990, Dr. John Colquhoun meneliti 60.000 anak sekolah dan tidak menemukan perbedaan kerusakan pada gigi antara yang menggunakan flouride dan yang tidak, namun ditemukan sejumlah anak yang diberi flouride terkena keropos gigi (flourosis).
Flouride juga menurunkan kapasitas kecerdasan terutama pada anak-anak. Tingkat kecerdasan anak-anak yang menggunakan flouride secara signifikan lebih rendah dari pada yang tidak diberikan flouride.
Penelitian di China pun, menunjukkan pemberian dalam dosis rendah bisa menyebabkan berkurangnya kecerdasan anak.

Atas kesadaran akan bahaya flouride, pada Agustus 2002, Belgia menjadi negara pertama di dunia yang melarang penggunaan berbagai suplemen flouride, tablet, obat tetes, permen karet, dan lain-lain, karena dianggap beresiko besar bagi kesehatan fisik maupun mental. Keputusan ini dikeluarkan Menteri Kesehatan Masyarakat Federal.
Kini, sudah 98% wilayah Eropa Barat telah menolak penggunaan flouridasi air, seperti yang dilakukan di negara Austria, Denmark, Prancis, Italia, Luxembourgh, Jerman, Belanda, Finlandia, Swedia dan Norwegia. Sejumlah negara nampaknya akan menyusul, namun di Indonesia, sepertinya masalah ini tidak dianggap serius.
Menanggapi bahaya zat flouride, DR. drg. Sony SP.Ort, Kepala Departemen Litbang Laboratorium Kedokteran Gigi (LADOGI) Jakarta menjelaskan bahwa asal penggunaan zat flouride sesuai dengan dosis atau takaran yang dibutuhkan, tidak berbahaya. Karena flour adalah zat yang juga diperlukan. Sama juga dengan zat-zat yang lain, seperti morfin diperlukan untuk pengobatan.